Kamis, 01 September 2011

Sambutan September


Hari ini awal September.
Dalam hidupku, September merupakan bulan yang unik. Kenapa unik? karena menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya banyak hal yang "tidak biasa" yang selalu saya alami di bulan yang kata orang-orang bulan yang penuh keceriahan (September ceriah).
Tanggal  31 Agustus 2011 kemarin, saya sempat berpikir klo tahun ini kayaknya september bakalan biasa-biasa aja soalnya gag ada tanda-tanda keanehan seperti anjing yang berkokok ataupun ayam yang menggong-gong, walaupun begitu saya tetap mengantisipasi dengan  mempersiapkan mental untuk menyambut bulan sakral ini.
Keesokan harinya ( 01 september 2011), saya masih bangun di tempat tidur yang sama bersama boneka-boneka garfield yang sama pula, posisi benda-benda di kamarku juga masih seperti hari-hari biasanya, tidak ada yang berubah. (Padahal saya berharap lampu kamarku berubah menjadi lampu disko dan TV rusak di kamarku berubah menjadi TV 47 inci + layar 3D).
Awalnya biasa-biasa saja sampai telepon genggamku berdering tanda ada telepon yang masuk.
Sy : (menekan tombol "answer") Hall..
*saya belum sempat ngomong, suara di seberang sana yang ternyata teman kelasku saat ini, Ek*(namanya), langsung bicara tanpa henti.
Ek*: Dina, telepon balik saya sekarang, PENTING!...
Sy: (diam, masih bingung)
Ek*: pokoknya harus telepon balik, dak ada pulsaku. ada yang penting saya mau bilang ke kamu. Sekarang nah!
Sy: tapii... (tit..tit..tit.. teleponnya mati)
Tadi itu saya mau bilang, tapiii pulsaku jugaa gag adaaa.. . Saya termasuk orang yang jarang sekali punya pulsa telepon, tapi kalau pulsa sms selalu ada karena bayarnya per paket. Jadi hemat.

Telepon barusan benar-benar menguras pikiranku, sulit sekali di tebak lebih sulit dari menguras bak mandi.
Berusaha menebak-nebak ada apa gerangan? tumben-tumbenan Ek* nelpon, biasanya cuma sms itu pun kalau ada perubahan schedule kuliah. Selain itu tidak pernah.
Masih berusaha menebak-nebak, hmmm.. masa iya Ek* mau menyatakan cinta ke saya, saya rasa dia masih normal kok, anaknya baik, maksud saya setidaknya masih waras.
Di saat saya sibuk bergelut dengan pikiran tak menentu *halaah sok pujangga  ..
Tiba-tiba telepon genggamku berbunyi "teeeeet..teeet..teeet..teeet..teeet (5x)" bunyinya persis bunyi alarm emergency saat kebakaran, tapi sekarang ini bunyi sms.Tertulis "Dinaaaaaa,,, ada orang sms saya, mengaku kamu". Haaa? mengaku saya? segitu mempesonanya kah sayaa sampai-sampai banyak yang ingin menjadi saya, pikirku ngeres. Tidak saya balas smsnya, pengennya sih langsung telepon,, tapi dengan segala keterbatasan akhirnya ide kreatifku muncul, pinjam telepon gennggam Ayah (kreatif sekali memang).
Sy: Hallo, Assalamualaikum..
Ek*: waalaikumslm. Hallo dinaa,, iyaa ada yang sms saya mengaku kamu din.
Sy : Emang dia bilang apa?
Ek*: Dia bilang "bisa minta tolong? by Dina", trus sy balas "minta tolong apa, din?" dia balas "tolong carikan saya om-om yang bisa booking saya, soalnya saya lagi butuh sekali uang"
Sy: APA??? astagfirullaaah... *sumpah saat mendengar perkataan temanku ini saya langsung sesak napas, psikosomatis dadakan. Serasa disambar gledek di siang bolong, di bacok dari belakang, dadaku serasa ditancapkan tombak berkarat tepat di ventrikel sinistra, sehingga sel-sel tubuh tidak mendapat pasokan darah yg jauh dari cukup. Kepalaku berkunang-kunang walaupun kunang-kunang tidak muncul di siang bolong seperti ini.
Sy: trus kamu balas apa Ek*??
Ek*: sy balas "Dina siapa ini?" dia balas "Dina anak FK"
Sy: (makin sesak)
Ek*: "Dina, anak FK mana? angkatan berapa? soalnya ada dua yang namanya Dina di FK-ku". Itu sms terakhirnya untuk saat ini din, belum ada balasannya lagi.
Sy: berapa nomer teleponya?
Ek*: ini, catat nah.. (sensor)
Sy catat.
Sy: ya Allaaah apa salahkuuuuu (╥_╥),, *saya sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan suasana hatiku saat itu.
Ek*: ntar, saya sms kalau sudah ada balasannya din.
Sy: iya say (telepon mati).

Pikiranku kembali menebak-nebak, siapa dia? kenapa mesti saya? salah apa saya sama dia? kenapa dia tega ? kenapa fitnahnya mesti seperti itu?  apa saya masih terlihat seksi saat menggunakan pakaian serba tertutup? Apa maksudnyaa? Bagaimana kalau bukan hanya Ek* yang dia sms seperti itu? Bagamana kalau ternyata dia sms ke semua teman-temanku? * beribu-ribu pertanyaan muncul di benakku, sedih sekali rasanya.

Setengah jam kemudian, terdengar bunyi sms lagi "teeeet(5x)". Sms dari Ek*, tertulis "Dinaaaaaaa,,, ternyata bukan dina kamu yang dia maksud,, hmmm,,, Alhamdulillah,,, Dina temanku yang lain,,,".  Yaampuuun, baca sms ini saya langsung legah, serasa menemukan jamban untuk membuang hajat yang sudah lama sekali kau tahan. Legah sekali. Saya balas smsnya:
Sy: Temanmu yang Dina anak FK juga, Ek*?
Ek*: Iyyaaa,,, baru masuk tahun ini di Unismuh,,, tapi kayaknya dikerjain juga deh dia... hmmm
Sy: Astagfirullah.. Shock sekali saya Ek* (˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ)
Ek*: hehehe.. ternyata bukan kamu,,
Sy: Ahahahaaa lumayan lah latihan jantung.. Ternyata jantungku masih normal *berusaha menghibur diri sendiri.
Ek*: hahah,,, terapiii Dinaaaa,,,
(tidak saya balas lagi).

Dugaan awalku yang memprediksikan kalau bulan september tahun ini akan biasa-biasa saja, ternyata SALAH BESAR. Buktinya baru awal September sudah dapat peristiwa seperti itu. Benar-benar sambutan bulan september yang meriah.  Bukan cuma itu saja, malam ini saya mendapat sms dari orang yang selama ini saya anggap misterius tapi nyata yang kembali mengingatkan satu hal yang selalu rutin membuatku galau di bulan september seperti yang lalu-lalu, sebelumnya saya sudah lupa dan  menganggap semua itu sudah berakhir setelah semua kejadian di bulan september tahun lalu. Terwakilkan oleh  tulisanku yang berjudul I won't. Ingin rasanya merasa marah padanya karena telah mengingatkanku, tapi dia terlalu baik untuk itu. Smsnya tidak saya balas.

Tonight was no star visible in the dark Sky.

Entah apa rencana september berikutnya...



1 komentar :

Tinggalkan jejak :D